Bersiap melakoni tarian dengan make up mewah
Juga…. berkendara bak raja nan pongah
Jauuuuhhh… dari itu semua
Jangan pernah bayangkan aku,…
Akan menari dengan gamelan tlah tertata
Juga… berdandan dengan perias yang jawara
Jauuuhhh… dari itu semua
Dan jangan pernah bayangkan aku,…
Tampilan roman mukaku bak Arjuna
Dan juga busanaku dari sutra tersetrika
Yang pasti… jauuuhhh dari itu semua
Dan sekali lagi, jangan pernah bayangkan aku,….
Hidup bak seniman tenar nan berkecukupan
Juga bergaya bagai penari profesional
Sudah pasti, sangat jauh dari itu semua
Aku,… hanyalah seorang penari
Yang dikejar usia senja
Terus melakoni hidup papa
Aku,…. hanyalah seorang penari
Yang selalu menari, menari, dan menari
Sejak ingus menempel di pipi
Sampai jadi pria sejati
Dan mungkin menjelang mati
Aku,… hanyalah seorang penari
Yang terus menari dengan irama monoton
Meliuk-liuk kaku bak ular phyton
Tampil gagah garang disoraki penonton
Dan aku,…. hanyalah seorang penari…. Jaranan
Yang mungkin dianggap manusia setengah gila
ketika ragaku bergetar dengan pandangan nanar
kesurupan menyelimutiku!
Dan….
Penonton bersahutan meledek aku
Aaaccchhh…. Andai mereka tahu?!
Betapa lelah, payah, dan ngilu
Sekujur tubuh dan tulang-tulangku
setelah perhelatan itu berlalu
Dan aku,…
Menerima upah seujung kuku
Tak mampu tuk hidup seminggu
Namun,…
Batinku terpuaskan karena itu
Hanya, jiwa ini kadang menerawang
Adakah kerinduan pada Jaranan
untuk generasi yang akan datang?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar