Kamis, 27 Desember 2012

:'(

Kenapa bumi tak pernah peduli
saat galaksi susah?
saat galaksi sedih?
saat galaksi menangis?
saat galaksi sakit?
saat galaksi kecewa?
Dan kenapa bumi hanya peduli dengan BULAN????

25112012
Draf puisi asli, dibuat saat benar2 galau dan dikotori dengan cairan  merah dari hidung. ><

G A G A L

Gagal itu, duka
  karena hati takkan merasa bahagia
Gagal itu, kecewa
  karena pasti takkan ada rasa puas di dalamnya
Gagal itu, derita
  karenanya, kau pasti kan merasa sengsara
Gagal itu, marah
  karenanya, hanya ada rasa sesak teramat sangat yang berkecamuk dalam dada
Gagal itu, penyesalan
  karena otak terus bertanya-tanya, "Mengapa tak kulakukan hal yang benar?"
Gagal itu, salah
  karena batin kan selalu mengucap kata "maaf"
Gagal itu, kalah
  karena mata rak pernah melihat kemenangan di dalamnya
Gagal itu, iri
  karena jiwa kan cemburu pada mereka yang berhasil
Gagal itu, tetap Gagal
  karena hati merasa gagal takkan pernah jadi sebuah keberhasilan

Bumi, Galaksi, Bulan

malam ini, ku duduk di teras depan
malam ini indah
mungkin karena bulan itu
purnama yang slalu ditunggu
mungkin kau juga melihatnya
dan mungkin, kau kan mengaguminya
Bumi, Bulan, Mars.    Galaksi pun tak terlihat... :'(
          ya, meski kau tak tau akan sinarnya,
          aku yakin
          sepanjang waktu kau kan slalu gembira
          karena dia, slalu mengitarimu
          seolah kau terhipnotis
          dengan kesempurnaan yang slalu terpancar
          dari sinarnya
Menikmati indah purnama
aku terenyak dengan selaksa tanya duka
mengapa bulan slalu dipandang sempurna? 
mengapa bumi jatuh cinta padanya? 
mengapa bumi bersuka cita dengan rotasinya? 
mengapa tak ada yang peduli dengan pelindungnya? 
mengapa galaksi slalu terbuang? 
ah, pertanyaan bodoh
bocah pun tau jawabannya
   -karena galaksi tak pernah kulihat, Kak!- 
          ya... nasib galaksi
          slalu terlihat lemah di dekat kekuatannya~

Banyuwangi, 28112012-19:29

Tentang Rindu

Hujan tak jua
lelah menurnkan bulirnya
membuatku tetap
terpaku
membisu
dalam kerinduan
yang tak tentu

dinginnya meresap
hingga tulanng belulangku
tiada ampun
ia semakin menusukku
semakin jauh
dalam rindu

hujan, dingin, dan keindahannya
selalu kuingat kau
kala mereka datang,
kau tersenyum
kau bahagia
kau yang hangat
saat kita mengeja kata cinta

yah,
kau seperti hujan
sempurna di setiap tetesnya
mengalirkan kesejukan dalam cinta

Aku merindukanmu, 
merindukan hangatmu 


Banyuwangi, 05112012 - 23:06

Kamis, 20 Desember 2012

Tanpa Judul (4)

Tatkala diri ingin melupakan
justru dia yang slalu datang membayang
ketika mata sudah tak ingin (lagi) menatapnya
justru matanya yang slalu menyapa

Iya Cinta,
aku tau
kekuatan di antara kita menjurus batin
Tapi itu menyiksa!
mengertilah cinta,
hanya kau yang kutunggu
hanya kau yang kurindu
       Betapa rindu ini telah melebur jadi candu 
tapi mengapa, tak kau rasakan semua itu?

Sampai saat ini
hanya aku yang terus menunggu
hanya aku yang terus merindu

Banyuwangi,
05112012 - 16:20  

Pages