menuntunku tuk melihat bayanganmu
HANYA bayanganmu
Sungguh, ini hal termudah dalam hidupku
karena sebenarnya,
tanpa pena saja aku sudah mampu melakukannya
Pejamkan mata,
meski dalam gelap,
meski tanpa berharap,
bayanganmu selalu datang...
Pena ini tetap menuntunku
menuntunku tuk mengingat kembali
masa-masa yang takkan dapat terbeli
Hei, tahukah kau?
mengingat sama saja membayangkan
tanpa sadar aku membayangkanmu lagi...
Pena ini menuntunku
menuntunku tuk merangkai namamu
tapi, tahukah kau?
merangkai berarti harus mengingat,
tanpa sadar bayanganmu menghantuiku lagi...
Pena ini masih ingin menuntunku
tapi tintanya habis
Itukah makna tersirat yang mengharuskanku
berhenti membayangkanmu?
ah, tenang saja...
Aku bukan pena
Ingatanku tak seperti tinta yang cepat habis
karena itu,
Aku masih ingin membayangkanmu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar